Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyiapkan perpanjangan jam layanan sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Sulawesi Selatan. Rencana itu disampaikan setelah pertemuan dengan DPRD Sulsel di Makassar, Rabu, 9 September 2026.

Sales Area Manager Retail Sulselbar Rainier Axel Siegfried Parlindungan Gultom menyebut tambahan waktu layanan sebagai salah satu cara menangani antrean. Laporan ANTARA belum merinci SPBU yang dipilih maupun jadwal pelaksanaannya.

Pertamina meminta pengaturan antrean

Rainier meminta aparat penegak hukum dan Dinas Perhubungan membantu mengatur kendaraan yang menunggu hingga ke jalan. Pertamina juga akan menambah pasokan elpiji tiga kilogram di daerah dengan kebutuhan meningkat.

Menurut Rainier, satgas lintas sektor perlu mengawasi distribusi bersama pemerintah kabupaten dan kota. Pernyataan itu merupakan rencana penanganan, belum menunjukkan antrean telah berkurang.

Inilah yang kami harapkan dengan pembentukan tim satgas itu,” kata Rainier Axel Siegfried Parlindungan Gultom, Sales Area Manager Retail Sulselbar Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, tentang pengawasan bersama untuk menangani antrean ANTARA pada 10 September 2026.

DPRD meminta tindakan di lapangan

Ketua DPRD Sulsel Rachmatika Dewi meminta Pertamina menangani antrean yang mengganggu lalu lintas. Pertemuan di kantor Pertamina, Jalan Garuda, menindaklanjuti rapat dengar pendapat pada 18 Agustus 2026.

Jelajah.co.id melaporkan anggota DPRD akan menjalankan pengawasan di daerah pemilihan masing-masing. Rachmatika menekankan penyaluran subsidi kepada warga yang berhak.

Rainier menyatakan pasokan ke SPBU berjalan setiap hari meskipun antrean masih terjadi. Pernyataan mengenai kecukupan pasokan berasal dari Pertamina; laporan tersebut tidak menyertakan audit stok setiap SPBU.

Baca juga

Baca sidak SPBU Pallengoreng di Bone dan pembentukan Satgas BBM Bersubsidi Bone. Berita lainnya tersedia di rubrik Ekonomi dan wilayah Makassar.