MAMUJU
Pemkab Mamuju menyoroti rendahnya kunjungan warga ke Posyandu di kawasan perkotaan saat membuka Jambore Kader Posyandu 2026 di Atrium Mall Matos Mamuju, Selasa (1/9/2026). Bupati Mamuju Sitti Sutinah Suhardi menyebut sebagian titik bahkan hanya dikunjungi sekitar 30 persen warga.
Temuan ini disebut muncul di Kecamatan Mamuju, Simboro, dan Kalukku, tiga wilayah dengan konsentrasi penduduk yang relatif tinggi. Liputan ini terkait dengan wilayah Mamuju, rubrik Kesehatan, dan arsip air bersih Bala-Balakang.
“Ada Posyandu yang kunjungannya mencapai 100 persen,” kata Sitti Sutinah Suhardi, Bupati Mamuju, saat membuka jambore kader Pemkab Mamuju pada 1 September 2026.
Layanan era baru didorong
Rilis resmi Pemkab Mamuju menempatkan Posyandu sebagai pintu pemantauan kesehatan yang kini tidak lagi dibatasi pada timbang balita. Pemerintah kabupaten mengaitkan perubahan itu dengan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 yang memperluas peran Posyandu ke enam bidang standar pelayanan minimal.
Mesakada menulis kekhawatiran yang sama, yaitu rendahnya kunjungan dapat ikut memengaruhi upaya penekanan stunting karena pemantauan pertumbuhan anak tidak berjalan optimal. Karena itu, artikel ini dibatasi pada masalah kunjungan warga, arah transformasi layanan, dan wilayah yang secara terbuka disebut menghadapi persoalan.
Bangunan permanen jadi PR
Pemkab Mamuju juga menyoroti masih adanya Posyandu yang belum memiliki bangunan permanen. Pembenahan fasilitas disebut sebagai pekerjaan lanjutan agar layanan baru tidak berhenti pada pelatihan kader dan seremoni jambore.
Redaksi tidak menambahkan target anggaran, jumlah bangunan baru, atau data stunting kecamatan karena itu belum dibuka seragam pada dua sumber yang diperiksa. Baca juga produk unggulan Sekomandi di APKASI dan arsip wilayah Mamuju.



