Pemkot Makassar menilai pelaksanaan MTQ VIII Korpri Nasional 2026 membuka pasar tambahan bagi hotel, katering, dan pelaku UMKM lokal. ANTARA menulis keyakinan itu disampaikan setelah pembukaan ajang nasional yang menghadirkan ribuan kafilah dan tamu dari berbagai daerah.

Sudut ini terkait dengan wilayah Makassar, rubrik Ekonomi, dan arsip 117 kafilah MTQ Korpri Nasional di Makassar. Berita hari ini tidak mengulang soal kedatangan peserta, melainkan menyorot dampak ekonomi setelah acara resmi dimulai.

Kami melibatkan beberapa UMKM untuk memperkenalkan produk makanan dan produk olahan mereka,,” kata Andi Munawir, Koordinator Acara MTQ VIII Korpri Sulsel, saat menjelaskan peran UMKM pada MTQ Korpri RRI pada 23 Agustus 2026.

Hotel dan produk olahan ikut disiapkan

ANTARA menulis Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin optimistis dampak ekonomi akan dirasakan warga, terutama pelaku UMKM. RRI sebelumnya menulis sejumlah UMKM binaan Pemprov Sulsel dan Pemkot Makassar telah disiapkan untuk menampilkan makanan dan produk olahan lokal selama rangkaian MTQ.

Dua sumber itu sama-sama menempatkan kehadiran kafilah dan tamu kementerian sebagai peluang promosi bagi pelaku usaha lokal. Redaksi karena itu membatasi klaim hanya pada sektor yang ditulis terbuka, yaitu akomodasi, makanan, dan olahan UMKM.

Pemkot kaitkan syiar dengan perputaran uang

ANTARA menulis pemkot ingin menunjukkan kapasitas Makassar sebagai tuan rumah yang ramah sekaligus siap memberi pelayanan maksimal. RRI menambahkan pesan Pemprov Sulsel agar MTQ tidak berhenti sebagai syiar keagamaan, tetapi juga menjadi momentum pemberdayaan ekonomi.

Perkembangan ini berbeda dari gladi bersih Karebosi untuk agenda kota karena titik beritanya berada pada dampak ekonomi yang mulai dihitung setelah pembukaan, bukan kesiapan seremoni sebelum acara.

Baca juga

Baca juga 117 kafilah MTQ Korpri Nasional di Makassar, gladi bersih Karebosi untuk agenda kota, dan arsip rubrik Ekonomi.